Senin, 08 Januari 2018

Siklus pengeluaran akuntansi

SIKLUS PENGELUARAN



NAMA : Tri Zulkarnain R
NPM : 15320043
PROGRAM STUDI : AKUNTANSI S-1


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA
JAKARTA
2017







siklus pengeluaran




Siklus Pengeluaran merupakan serangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pengolahan data yang berhubungan dengan pembelian dan pembayaran atas barang dan jasa yang dibeli. Pembahasan kali ini memfokuskan pada pembelian bahan baku, barang jadi, perlengkapan dan jasa.


Dalam siklus ini, pihak eksternal yang terlibat dalam pemasok, sedangkan pihak internal yang terkait adalah siklus produksi, siklus pendapatan,dan siklus buku besar dan pelaporan. Bentuk Interaksi antara siklus pengeluaran dan siklus lainnya adalah siklus pengeluaran menerima pemberitahuan dari siklus pendapatan dan sistem produksi tentang kebutuhan barang dan bahan baku,dan juga memberitahu kapan barang tersebut harus diterima.Siklus pengeluaran juga mengirimkan data biaya ke siklus buku besar dan pelaporan untuk dimasukkan ke dalam laporan keuangan dan laporan kinerja. Interaksi tersebut digambarkan secara lengkap pada sebuah diagram konteks yang merupakan level tertinggi dari diagram arus data.

Siklus pengeluaran dapat diselenggarakan secara manual dan berbasis komputer. Perbedaan pokok kedua cara tersebut adalah pada mekanisme pengolahan datanya,sedangkan input dan output yang dihasilkan relative sama.

Tujuan utama dari siklus pengeluaran ini adalah untuk mempermudah pertukaran kas dengan para pemasok untuk barang dan jasa yang dibutuhkan dimana tujuan khusus yang terkandung didalamnya meliputi :

1. Memastikan bahwa seluruh barang dan jasa dipesan sesuai keperluan
2. Menerima seluruh barang yang dipesan dan menverifikasi bahwa barang                               tersebut adalah valid dan benar
3.Menjaga barang tersebut sampai dibutuhkan
4. Memastikan bahwa faktur yang berhubungan dengan barang dan jasa adalah valid dan benar
5. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran secara cepat dan tepat
6. Memposkan kewajiban dan pengeluaran kas ke dalam perkiraan pemasok yang tepat di dalam buku besar utang usaha
7. Memastikan bahwa seluruh pengeluara kas berhubungan dengan   pengealuran yang sudah diotorisasi
8. Menyiapakn seluruh dokumen dan laporan manajerial yang diperlukan yang berhubungan dengan barang atau jasa yang diperoleh

Fungsi dari Siklus Pengeluaran itu sendiri terdiri dari :

1. Mengetahui kebutuhan akan barang tersebut
2. Menempatkan Pesanan, Menerima dan menyimpan barang
3. Memastikan validitas kewajiban pembayaran
4. Menyiapkan pengeluaran kas
5. Mengelola utang usaha
6. Memposkan transaksi ke dalam buku besar umum
7. Menyiapkan laporan keuangan dan laporan manajemen yang diperlukan




SIKLUS PENGELUARAN

•Menjelaskan kegiatan dasar bisnis dan pemrosesan data dalam siklus pengeluaran
•Mendiskusikan pembuatan keputusan penting dan informasi yang dibutuhkan dalam siklus pengeluaran
•Mendokumentasikan pemahaman siklus pengeluaran
•Mengidentifikasi ancaman utama dalam siklus pengeluaran dan evaluasi prosedur pengendalian
•Membaca dan memahami model data siklus pengeluaran


Tujuan :

•Meminimalkan biaya
•Memperoleh dan memelihara persediaan
•Memperoleh dan memelihara perlengkapan dan berbagai layanan yang dibutuhkan perusahaan




Tiga Fungsi Dasar SIA dalam Siklus Pengeluaran

•Memperoleh dan memproses data aktivitas bisnis
•Menyimpan dan mengatur data
•Menyediakan fungsi pengendalian






AKTIVITAS BISNIS SIKLUS PENGELUARAN

•memesan barang, perlengkapan dan layanan
•menerima dan menyimpan barang, perlengkapan dan layanan
•membayar barang, perlengkapan dan layanan


Langkah Awal Pemesanan Barang

•Identifikasi apa, kapan, berapa banyak, pemasok mana?



Tiga Metode PengendalianPersediaan

•EOQ (Economic Order Quantity)
•MRP (Materials Requirement Planning)
•JIT (Just In Time)


EOQ (Economic Order Quantity)
•Jumlah pesanan optimal; minimalisasi biaya pemesanan, penggudangan, dan kekurangan persediaan
•Kelemahan : penggudangan dalam volume besar
•Reorder point berdasar waktu pengiriman dan tingkat persediaan aman; mengatasi fluktuasi permintaan



MRP (Materials Requirement Planning)
•Mengurangi tingkat persediaan; menjadwalan produksi
•Produk dengan pola permintaan dapat diprediksi;barang konsumsi dasar



JIT (Just In Time)

•Meminimalkan (menghilangkan) biaya penggudangan dan kurangnya persediaan
•Meniadakan persediaan barang jadi
•Produk dengan siklus hidup relatif pendek dan permintaan tidak dapat diprediksi; busana batik

Peningkatan efisiensi dan efektivitas pembelian

•EDI/ Internet; meniadakan pekerjaaan administrasi
•Program yang dikelola vendor; mengurangi biaya pembelian dan persediaan
•Lelang terbalik; mendapatkan harga terendah
•Kartu kredit perusahaan (procurement card)

Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Penerimaan Barang

•Bar code; meniadakan kesalahan entry data suatu produk
•Label identifikasi frekuensi radio pasif; hemat waktu karena pengecekan dilakukan pada barang dalam jumlah besar (krat, krnjng)
•Satelit; pengawas kinerja pegawai

Memperbaiki Proses Utang Usaha

•EDI/ Internet; otomatisasi pencocokan faktur dengan pesanan pembelian dan laporan penerimaan yang sesuai
•Evaluated Receipt Settlement (ERS); tanpa faktur mengurangi jumlah dokumen yang dibutuhkan dan menghemat waktu

Manfaat Pengendalian

•Pengurangan dokumen kertas
•Informasi tepat waktu dan akurat; diskon pembayaran awal
•Catatan persediaan lebih akurat dan tepat waktu
•Bagian gudang dan penerimaan dapat lebih baik dalam merencanakan aktivitas
•Mendeteksi dan memfasilitasi perbaikan kesalahan tepat waktu
•Efisiensi dan efektivitas manajemen


Syarat agar SIA mampu mewujudkan manfaat pengendalian

•Semua transaksi diotorisasi dengan benar
•Semua transaksi adalah valid
•Semua transaksi telah dicatat
•Penjagaan aset
•Aktivitas bisnis telah dilakukan secara efisien dan efektif